Sutradara Anime Tsutomu Mizushima dan Seiji Mizushima Menyatakan Dukungan terhadap Demokrasi Hong Kong

NewsPeople
Sutradara Anime Tsutomu Mizushima dan Seiji Mizushima Menyatakan Dukungan terhadap Demokrasi Hong Kong 1

Sutradara anime Tsutomu Mizushima (Girls und Panzer, Shirobako) dan Seiji Mizushima (Fullmetal Alchemist, Mobile Suit Gundam 00) menggunakan akun Twitter pribadi mereka akhir pekan lalu untuk menyatakan dukungan mereka terhadap demokrasi di Hong Kong.

Pada hari Sabtu (16/5), Tsutomu Mizushima menge-tweet: “aku merasa seperti aku telah mendapatkan banyak pengikut Hong Kong akhir-akhir ini. Aku mendukung demokrasi di Hong Kong. Aku mendukung kalian.”

Pada hari Minggu (17/5), Seiji Mizushima menge-tweet: “Hong Kong adalah tempat yang hebat. Aku menyukainya. Aku mendukung demokrasi dan berlalunya lima tuntutan di Hong Kong sehingga teman-temanku di Hong Kong dan teman-temanku di China dapat hidup tanpa rasa sakit lagi di hati mereka.”

Tweet Tsutomu Mizushima muncul setelah pernyataan baru-baru ini tentang kesulitan bersuara tentang politik sebagai kreator anime. Setelah menerima reaksi karena tweet penentangannya terhadap revisi undang-undang jabatan kejaksaan umum, ia mengatakan pada hari Kamis (14/5) bahwa “Dalam industri anime, orang mungkin tidak mengatakannya secara langsung, tetapi ada tekanan diam untuk tidak membuat pernyataan politik. Persetan dengan itu.”

Pada hari Sabtu, ia mulai menge-tweet tentang China, dengan mengatakan, “Akhirnya aku mengerti mengapa, ketika aku menge-tweet tentang revisi undang-undang jabatan kejaksaan, begitu banyak orang bertanya kepadaku tentang China, yang tidak ada hubungannya dengan itu. Banyak uang China saat ini mengalir ke industri anime, jadi meskipun kita dapat memprotes hal-hal di negara kita sendiri, orang-orang ingin tahu apakah kita boleh mengatakan hal buruk tentang sponsor kita, China. Ya, memang benar bahwa dapat banyak modal dari China.” Dia kemudian menge-tweet: “aku ingin membuat anime Winnie the Pooh dengan uang China.”

Winnie the Pooh diblokir di situs media sosial China karena warganet yang menggunakan karakter-karakter untuk menyama-nyamakan pemimpin politik untuk memperguraukan mereka.

Hong Kong telah berada dalam keadaan bergejolak sejak Juni tahun lalu, ketika ratusan ribu pengunjuk rasa pro-demokrasi telah melakukan mobilisasi dalam protes terhadap RUU ekstradisi yang diajukan oleh pemerintah Hong Kong. Para pemrotes mengajukan lima tuntutan: pencabutan RUU ekstradisi, pencabutan klasifikasi protes sebagai “kerusuhan,” pembebasan pemrotes yang ditangkap, komisi independen ke dalam kebrutalan polisi, dan hak pilih universal untuk Dewan Legislatif dan pemilihan Kepala Eksekutif. Hanya tuntutan pertama yang dipenuhi; Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam secara resmi mengumumkan pencabutan RUU ekstradisi pada tanggal 4 September.

Sumber: ANN