Takt Op. DestinyAnimeReviewSimak

[Review] Takt Op. Destiny – Episode 1 & 2

0
takt op. destiny episode 1 2

Anime Takt Op. Destiny telah ditayangkan pada hari Rabu (6/10) dan saat ini telah ditayangkan sebanyak 2 episode. Kisah dimana dunia berada pada tahun 2047, dan berada dalam ancaman monster bernama D2 yang datang dari sebuah meteor hitam.

Monster ini mengancam manusia agar tidak boleh memainkan musik, dan hal ini dipatuhi oleh umat manusia saat itu. Kecuali beberapa orang, yang dikenal sebagai Musicart yang memiliki kemampuan untuk menghadapi monster-monster ini. Untuk bertarung, Musicart juga harus memiliki instruktur, yang dikenal sebagai Conductor.

Kisah seorang pria bernama Takt yang menjadi Conductor untuk Musicart-nya, Unmei.

Baca juga: [Review] SELECTION PROJECT – Episode 1 & 2

 

Takt Op. Destiny

Episode 1 & 2

Anime original lainnya dari MAPPA dan Madhouse. Sebuah adegan action yang dipadukan dengan music, dimana seolah kita sedang menyaksikan Zombieland Saga X Sonny Boy.

Sebenarnya saat awal-awal anime ini akan ditayangkan, mimin sedikit bingung dengan judul di anime ini. Rasanya seperti ada sebuah kata yang disingkat, terlebih untuk kata Takt. Mimin pikir itu adalah sebuah kata untuk istilah-istilah yang nantinya akan dipakai di dalam anime ini.

Dan ternyata bukan… ternyata Takt itu adalah nama orang.

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 1

Melihat dari berbagai teaser yang rilis saat anime ini mulai mengunggah video promosi, anggota staf serta pemeran, hal yang cukup menarik perhatian mimin adalah visual teaser-nya.

Disini kita diperlihatkan dengan sesosok gadis berambut putih, dan mata-nya biru. Mimin mulai berpikir rasanya jadi teringat dengan Siesta dari Tantei wa Mou, Shindeiru.

 

Destiny

Oke, mungkin kalian bingung dengan nama dari gadis yang menjadi heroine utama di anime ini. Ada beberapa kalimat yang sering terdengar, seperti Cosette, Unmei, atau Destiny.

Jadi Cosette itu nama dari manusia yang pernah hidup sebelum berubah menjadi Musicart. Hal ini diperlihatkan di episode 2-nya. Mimin sebenarnya cukup tertolong karena untung-nya episode 2 membawakan cerita flashback. Karena jujur saja, saat menonton episode 1-nya… mimin tidak begitu mengerti dengan cerita anime ini, hehe…

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 2

Nah, jadi disini diperlihatkan bahwa Cosette itu sepertinya sudah mati. Yah, selain penampilan ternyata takdir-nya juga tidak jauh berbeda dari Siesta.

Ketika Cosette sudah sekarat, kalung warisan dari ibu-nya memunculkan cahaya dan mengubah Cosette menjadi Musicart, dan disini identitas wujud-nya itu bernama Unmei. Lalu Destiny itu apa? Latar anime ini menempatkan mereka sedang di Amerika. Maka dari itu Unmei yang merupakan bahasa Jepang disini diistilah-kan juga ke bahasa Inggris, yaitu Destiny.

Unmei atau Destiny ini kalau diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya “takdir”.

takt op. destiny episode 1 2

Kalau membandingkan sifat Cosette antara episode 1 dan 2, rasanya sangat berbeda jauh ya. Cosette di episode 1 atau masa kini tampak kaku, kurang berekspresi, dan lebih mirip robot. Sorot mata-nya pun berubah. Namun hal ini tidak merubah penampilan moe-nya~

Cosette di episode 2 atau masa lalu terlihat seperti gadis yang normal, tidak mencolok, bahkan lebih sering berekspresi. Cosette yang ini pun juga lebih banyak senyum dan kesabaran-nya cukup tinggi karena bisa menangani sifat acuh Takt.

Kira-kira kalian lebih suka Cosette yang versi mana nih?

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 3


 

Senjata dan Majikan

Anime seperti ini mungkin sudah cukup sering kalian saksikan, dimana dua orang manusia yang satu-nya merupakan majikan atau pemberi instruksi, kemudian satu-nya lagi adalah seseorang yang memiliki kemampuan khusus sebagai senjata penghancur.

Ada cukup banyak anime dengan konsep cerita seperti ini. Namun walaupun sudah sering di bawakan, rasanya tetap menarik saja di mata mimin. Sebut saja beberapa anime yang memiliki konsep cerita seperti ini yaitu Black Bullet, Tokyo Ravens, Fate Series dan Machine-Doll wa Kizutsukanai. Tapi kalau membandingkan dari ke-4 anime tersebut, Takt Op. Destiny lebih mirip dengan Black Bullet karena yang dilawannya adalah umum-nya non-human atau monster.

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 4


 

Tangan Takt

Awalnya mimin berpikir, mengapa tangan Takt hilang jika memakai kekuatan Unmei. Usut punya usut, ternyata tangan-nya telah terluka saat festival simfoni. Tangan yang sudah dilatih oleh Takt sendiri untuk menekan tuts piano dengan lihai. Pada akhirnya tangan-nya tersebut diganti dengan kontrak antara Musicart dan Conductor.

(Tangan kanan juga dapat diartikan sebagai bawahan atau asisten andalan).

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 5


 

Tahun 2047

Di tahun 2047 yang ada di masa depan, mimin merasa seharusnya zaman bisa lebih modern dan semuanya serba canggih disana. Namun di anime ini berbeda.

Entah mungkin karena anime ini mengonsepkan latar di dekat California yang tandus dan gersang, atau ada hal lainnya. Bahkan yang menjadi salah satu sorotan mimin adalah poster festival simfoni, dimana disini rasanya gambar yang digunakan itu terasa sangat lawas sekali.

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 6

Gambar seperti ini mimin rasa hanya bisa ditemukan di tahun 2010 ke bawah. Itu pun sudah jarang menggunakan desain karakter di gambar seperti itu. Rasanya sangat unik apabila 2047 masih ada desain gambar seperti itu…

[Review] Takt Op. Destiny - Episode 1 & 2 7

Bagaimana kesan kalian dengan anime Takt Op. Destiny? Berhubung ini anime original, sebenarnya sangat efektif apabila ditonton saat masih on-going. Anime ini juga sangat aman untuk langsung kalian ikuti karena tentunya aman dari spoiler.

Simak kelanjutan ulasan anime Takt Op. Destiny minggu depan~!

 

🔗 Takt Op. Destiny Official Website

Yu_Muyya

Anime Hakozume: Kouban Joshi no Gyakushuu akan Mulai Tayang pada Bulan Januari 2022

Previous article

[Review] Mieruko-chan – Episode 3

Next article

You may also like

Komentar