Genjitsushugi Yūsha no Ōkoku SaikenkiNovelSimak

Pembahasan Light Novel Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Volume 1 dan 2

0
Pembahasan Light Novel Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Volume 1 dan 2 1
Peringatan : Artikel ini MENGANDUNG Spoiler!!!

Seri light novel Genjitsushugisha no Oukokukaizouki atau dalam bahasa Inggris berjudul A Realist Hero’s Kingdom Reconstruction Chronicle merupakan karya yang ditulis oleh Dojyomaru. Novel ini berpusat pada tokoh utama bernama Kazuya Souma, yang dipanggil dari dunia lain untuk menjadi seseorang yang ‘membawa perubahan’ bagi Kerajaan Elfrieden. Souma yang ‘mendadak’ ditunjuk sebagai raja, mengambil beberapa kebijakan yang bersumber pada seorang teoritis politik ternama Italia, Niccolo Machiavelli yang hidup pada masa Renaisans dan ketika menghadapi situasi peperangan mengambil pandangan dari seorang ahli strategi perang asal Tiongkok, Sun Tzu. Bagi Souma, pekerjaan menjadi seorang raja tentu berat, di mana ia dihadapkan dengan kondisi kerajaan yang dilanda oleh krisis–meski tidak parah–dan serangan mengejutkan ras iblis di utara daratan benua. Oleh karenanya, Souma melakukan beberapa kebijakan manuver politik dan memulai reformasi untuk menghindari kejatuhan Kerajaan Elfrieden atau jika tidak, ia akan diserahkan kepada pihak Kekaisaran Grand Chaos yang mendominasi di dataran benua. Dalam usahanya, Souma akan dibantu oleh para menteri yang bersih dari kasus penggelapan dana dan beberapa tokoh serta orang-orang ‘berbakat’ yang dia percayai.

Serial ini tentu menjadi bacaan menarik jika dilihat dari intrik politik dan beberapa kebijakan yang diambil oleh raja ‘sementara’ Kazuya Souma untuk mereformasi serta membangun kembali Kerajaan yang hampir jatuh. Namun, referensi yang diambil Souma adalah seseorang bernama Niccolo Machiavelli, di mana karya-karyanya terutama Il Principe menjadi kontroversial. Il Principe (Sang Penguasa) karya dari Machiavelli menghasilkan dua kubu, kubu pro dan kubu kontra. Kubu pro dengan karya Machiavelli atau sering disebut Machiavellisme, melihat Machiavelli sekadar seorang realis atau pragmatis yang melihat tidak digunakannya etika dalam politik. Sedangkan yang kontra, melihat ajaran Machiavelli menghindar dari nilai keadilan, kasih sayang, kearifan, serta cinta, dan lebih cenderung mengajarkan kekejaman, kekerasan, ketakutan, dan penindasan. Namun meski demikian, Souma tidak mengambil keseluruhan dari teorinya, melainkan hanya beberapa saja berdasarkan pada situasi yang terjadi pada saat itu.

Pada volume 1 dan 2 light novel-nya, cerita akan berfokus pada langkah awal Souma dalam pembangunan Kerjaaan Elfrieden dan dalam perseteruan Kerajaan Elfrieden melawan negara tetangga, Dukedom Amidonia. Saya akan membatasi diri dengan membahas garis besarnya saja, sekaligus kesan saya salama mengikuti seri novel ini.

Langkah Awal dalam Pembangunan Nasional

Pembahasan Light Novel Genjitsushugisha no Oukokukaizouki Volume 1 dan 2 2

Tiba-tiba dipanggil ke Isekai sebagai pahlawan dan ditunjuk sebagai raja—karena saran-sarannya yang dianggap cemerlang oleh Raja Alberto—tentu bukanlah hal yang mudah bagi Kazuya Souma. Apalagi kondisi Kerajaan Elfrieden yang dipimpin oleh Raja Alberto, tengah berada dalam keadaan krisis. Souma pun dipaksa berpikir dan hasilnya adalah kebijakan yang akan merubah Kerajaan Elfrieden sebagai Kerajaan makmur yang mungkin dapat menandingin Kekaisaran Grand Chaos di masa depan.

Setelah mengetahui situasi dalam kerajaan, langkah awal raja baru Souma adalah dengan mendepak para pejabat pemerintahan, sekaligus bangsawan yang kedapatan menggelapkan dana dan kasus-kasus lainnya. Selanjutnya, ia pun berusaha membayar hutang-hutang negara yang dirasa pantas untuk segera dibayar dengan menjual aset-aset kerajaan yang dianggap tidak terlalu berguna. Menurut Souma langkah tersebut perlu dilakukan, dikarenakan dorongan persediaan makanan yang rendah, krisis ekonomi, gelombang pengungsi dari Invasi Raja Iblis, lalu tekanan dari Kekaisaran Grand Chaos.

Langkah kedua adalah memanggil orang-orang yang berbakat. Hal ini dilakukan Souma karena ia merasa bahwa kerajaan kekuarangan orang berbakat untuk mengurus kerajaan. Dari ajang kontes pencarian bakat seantero nasional Kerajaan Elfrieden, menghasilkan beberapa orang berbakat yang menjuarai kontes dalam berbagai bidang, diantaranya :

  • Hakuya Kwonmin, ditunjuk sebagai Perdana Menteri
  • Aisha Woodgard, ditunjuk sebagai pengawal pribadi raja
  • Juna Dorma, ditunjuk sebagai Idol di Kerajaan Elfrieden
  • Tomoe Inui, ditunjuk sebagai adik angkat Lisecia karena kemampuannya
  • Poncho Ishidzuka Pannacotta, ditunjuk sebagai menteri pertanian dan kehutanan

Memaanfaatkan kemampuan Poncho yang hobi makan, Souma selanjutnya memerintahkan Poncho untuk mencari bahan makanan hingga ke seluruh penjuru negeri. Tujuannya adalah menemukan bahan makanan yang murah dan dapat dikonsumsi. Ini demi menekan laju perekonomian dalam hal pangan yang kebanyakan dipenuhi oleh sektor industri non-pangan.

Laju Elfrieden ditunjang oleh beberapa pembanguan lain, seperti jalur transportasi dan sistem sanitasi kerajaan. Perlahan tapi pasti, Souma berhasil setidaknya menghindari krisis ekonomi parah yang mengancam Kerajaan Elfrieden.

Perkuat Ketahanan dan Hancurkan Ancaman Pertahanan Nasional

Copyright by Fuyuyuki/Overlap, Genjitsushugisha no Oukokukaizouki

Copyright by Fuyuyuki/Overlap, Genjitsushugisha no Oukokukaizouki

Tahta yang dipegang Souma memang terkesan tiba-tiba, hal ini kemudian memicu akan kecurigaan dan ketidakpuasan beberapa pihak yang berujung pada pemberontakan. Kesempatan ini dimanfaatkan para pejabat dan bangsawan yang ditendang oleh Souma untuk mendukung salah satu dari pihak pemberontak. Para penentang itu ialah ketiga duke yang berada di dalam wilayah Kerajaan Elfrieden. Ialah Duke Georg Carmine (Komandan Tertinggi Angkatan Darat), Duke Castor Vargas (Komandan Tertinggi Angkatan Udara), dan Duke Excel Walter (Komandan Tertinggi Angkatan Laut) yang belakangan menjadi sekutu, setelah mengirim Juna sebagai perantara. Situasi yang demikian itu juga dimanfaatkan oleh negara tetangga Kerajaan Elfrieden yang dipenuhi dendam akan kekalahan masa lalu, Dukedom Amidonia.

Singkat cerita, pemberontakan yang dilakukan oleh ketiga duke, sekaligus invasi oleh negara Amidonia, berhasil ditumpas oleh Kerjaan Elfrieden. Faktor penunjang dalam memenangkan pertempuran ini, selain berdasarkan oleh strategi yang dikemukakan Sun Tzu, juga oleh para prajurit Royal Army (Pasukan Kerajaan) yang diasah secara total oleh Souma.

Kesuksesan ini dibuktikannya dengan kekalahan pemberontak dan penangkapan mereka, bahkan Dukedom Amidonia harus rela kehilangan Ibukotanya, Vannesia dengan kerugian yang tak kecil. Meski demikian, karena adanya perjanjian tertentu, konsekuensi yang harus diterima tidak sesederhana itu. Konsekuensi tersebut terutama akan adanya keterlibatan Kekaisaran Grand Chaos yang dapat dikatakan sebagai negara adidaya di dataran benua perseteruan antara pihak Kerajaan dan Dekedom, serta masalah-masalah baru yang timbul dan masalah lama yang belum terselesaikan.

Kemampuan dan Karakteristik Kepemimpinan Kazuya Souma

Siapakah Kazuya Souma? Kenapa dia dapat sebegitunya berhasil dalam kepemimpinan yang dipegangnya? Mudahnya ini merupakan jangka waktu ketika Souma hidup di dunia nyata dengan dunia isekai yang ia tempati sekarang. Faktanya, masa hidup Souma dan hidup kita, segala macam teori, contoh, dan kemajauan teknologi mendorong manusia zaman sekarang untuk mempelajari manusia yang berada di masa silam. Souma memang bukanlah presiden ataupun Perdana Menteri, namun ia datang dari masa depan di mana kekacauan telah datang silih berganti dan itu menjadikan pelajaran bagi umat manusia yang hidup di zaman yang sama dengan Souma. Ilmu yang di dapat Souma mendukung itu, kerana Souma sendiri mengambil jurusan kuliah tentang ilmu pemerintahan di dunia asalnya. Seperti perkiraan yang dilontarkan oleh Komandan Angkatan Laut Eksel Walter bahwa, “…… Ada kemungkinan Yang Mulia Souma telah datang dari dunia yang penuh dengan tipu daya yang mengerikan.”

Bagi Souma, ia bukanlah orang yang memiliki kemampuan luar biasa. Faktanya, dia adalah seorang individu yang ingin hidup di jalan yang datar tanpa adanya gelombang ke atas ataupun ke bawah, singkatnya ia ingin hidup biasa tanpa adanya keuntungan maupun kerugian yang parah. Dalam memimpin Souma sendiri mengakui bahwa, dirinya bukanlah ‘raja yang baik’. Strateginya untuk mengorbankan sebagian penduduk yang hidup di daerah perbatasan yang menjadi korban perang saat terjadinya invasi oleh Dukedom Amidonia (di masa yang akan datang penduduk Elfrieden menyebutnya dengan Perang Lima Hari) tentu tidak berkemanusiaan, sekali pun itu dilakukan demi menghindari terjadinya lebih banyak korban. Inilah praktek dari salah satu teori Machiavelli yang dianggap memaklumkan penindasan dan kekejaman.

Saya mengamini perkataan Souma, jika dia bukanlah ‘raja yang baik’. Coba bayangkan saja, jika keluarga Anda yang tidak tahu-menahu secara pasti akan adanya perang tiba-tiba menjadi korban perampokan, pemerkosaan, serta kekerasan dari musuh. Walaupun akan dibalas oleh kompensasi dari Kerajaan, tentu luka saat hari itu tidak mudah hilang. Namun Barangkali saja, ini menunjukkan akan kerealistisan dari kebijakan Souma dan sang pemikir, Machiavelli yang diperlihatkan oleh penulis.

Bagian Akhir

Beberapa keanehan yang saya amati adalah contoh dari Pasukan Mati. Pasukan Mati adalah pasukan yang meski dia akan kalah akan tetapi, mereka tak akan menyarah hingga mati, atau singkatnya pasukan berani mati. Banyak contoh-contoh yang diberikan, namun kebanyakan berasal dari zaman Jepang yang terlampau lama. Jika ditarik dari abad ke-20, pastilah terdapat istilah Pasukan “Kamikaze” atau bahkan Pasukan Jepang yang biasa meneriakkan “Banzai”, namun demikian contoh itu tidak dipilih. Saya bisa memaklumkan itu karena akan menjadi masalah yang rumit, tetapi bersamaan dengan perasaan yang cukup disayangkan. Meski begitu, saya merekomendasikan untuk Anda, khususnya pecinta serial bergenre politik untuk membaca light novelnya atau adaptasi anime-nya yang dipastikan tayang pada musim panas tahun ini.

Akhir kata, saya meminjam kalimat monolog Carla Vargas (Putri Duke Vargas), ” Jika seseorang memiliki kepribadian yang sombong dan dapat mengabaikan tanggung jawab dengan kekuasaannya, maka mereka sudah pasti akan menjadi tiran. Namun, bagi orang yang mengerti apa itu tanggung jawab, kekuasaan itu hanyalah sebuah beban berat.”

Teaser Anime TV Sekai Saikou no Ansatsusha, Isekai Kizoku ni Tensei Suru Mengungkapkan Penundaan ke Bulan Oktober

Previous article

Kisah Hachiko, anjing setia yang menunggu majikannya pulang.

Next article

You may also like

Komentar