Nama Asli Villain Daruma Ujiko Dari Seri My Hero Academia Akhirnya Diganti

Boku no Hero AcademiaNews
Nama Asli Villain Daruma Ujiko Dari Seri My Hero Academia Akhirnya Diganti 1

Hello Sobat Wibumesta, versi digital dari Weekly Shonen Jump telah memperbarui chapter minggu lalu dengan nama baru villain Daruma Ujiko setelah penghapusan seri manga dan anime My Hero Academia di Cina. Nama asli karakter diubah menjadi Kyudai Garaki dalam pembaruan ini. Nama baru ini mempertahankan elemen dari nama asli kreator Kōhei Horikoshi; “Kyudai” yang ditulis dengan kanji untuk “bola” dan “besar” dan “Garaki” mengambil tiga suku kata terakhir dari nama mentor villain itu “Shigaraki” yang juga menyertakan kanji untuk “pohon.”

Nama asli karakter ini awalnya terungkap di majalah pekan lalu sebagai “Maruta Shiga,” yang mengingatkan kembali masa lalu kelam Cina dan Korea yang menyebabkan manga dan anime seri ini ditarik dari bilibili dan Tencent dan kemungkinan pembatalan game mobile My Hero Academia : Strongest Hero oleh studio Cina Xin Yuan.

“Maruta” mengacu pada nama kode untuk eksperimen manusia yang dilakukan oleh Unit 731 Tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Sino-Jepang Kedua dari Perang Dunia II. Orang Cina yang menjadi korban eksperimen disebut “maruta,” kata dalam bahasa Jepang untuk “kayu gelondongan” sebagai referensi untuk cerita yang menutupi kedok fasilitas eksperimen manusia ini bahwa itu adalah pabrik kayu. Para korban, termasuk anak-anak, orang tua, wanita hamil, dan orang-orang cacat mental, sengaja dibuat terinfeksi penyakit, dibedah, dilobotomi, dan diamputasi saat masih hidup.

Shueisha dan Horikoshi keduanya meminta maaf pada hari Jumat lalu (7/2) dan Shueisha berjanji bahwa “ke depannya, kami bermaksud untuk mencurahkan energi kami untuk memperdalam pemahaman kita tentang berbagai masalah sejarah dan budaya.” Baik penerbit dan kreator menyatakan bahwa referensi untuk kejahatan perang dalam nama karakter tersebut sepenuhnya tidak disengaja.

Pada saat berita ini ditulis, manga dan anime My Hero Academia masih tidak tersedia di platform digital China.

Selain itu, masih ada saja yang mencocokologikan nama baru ini. Akun Twitter @lTfC8qI4PATLiaC, mencocokologikan bahwa namanya yang sekarang merujuk pada “Kyudai” yang merupakan singkatan dari Kyushu Daigaku, nama Jepang dari Universitas Kyushu. Walaupun universitas ini sekarang merupakan institusi medis unggulan Jepang, universitas ini memiliki reputasi kelam karena Insiden Diseksi Universitas Kyushu (Kyushu Daigaku Seitai Kaihou Jiken) yang terjadi pada tahun 1945.

Pada tanggal 5 Mei 1945, pesawat Amerika Serikat B-29 jatuh di pulau Kyushu utara setelah ditabrak oleh pesawat tempur Jepang. Dari 12 anggota awak B-29, salah satunya diperkirakan tewas ketika tali parasutnya teriris oleh pesawat Jepang lainnya. Saat mendarat, yang lain menembaki penduduk desa sebelum mengarahkan pistolnya pada dirinya sendiri. Orang-orang lokal, yang geram karena kehancuran yang disebabkan B-29, dilaporkan membunuh dua lainnya. Sisanya ditahan oleh polisi dan ditempatkan di tahanan militer di kota Fukuoka terdekat. Para tahanan dituntun untuk percaya bahwa mereka akan menerima perawatan untuk luka-luka mereka. Tetapi selama tiga minggu berikutnya, mereka menjadi sasaran subjek eksperimen di departemen medis Universitas Kyushu ini (yang saat itu dikenal sebagai Universitas Kekaisaran Kyushu).

Para tahanan disuntik dengan air laut untuk melihat apakah itu berfungsi sebagai pengganti larutan garam steril. Yang lainnya diambil organnya, dibor tengkoraknya untuk menentukan apakah epilepsi dapat diobati dengan pengangkatan sebagian otak, dan lain-lain. Bahkan pernah diduga bahwa hati satu korban telah diambil, dimasak, dan disajikan kepada petugas, meskipun semua tuduhan kanibalisme ini kemudian dibatalkan karena kurangnya bukti.

Tidak ada satupun dari kedelapan tahanan tersebut yang selamat. Kejahatan perang ini diakui oleh museum Kyushu dan semua yang bertanggung jawab atas eksperimen ini telah divonis melakukan kejahatan perang.

Sumber: ANN, JOI, The Guardian