Mitsuo Iso Ungkap Studio Baru Anime Extra-Terrestrial Boys & Girls, Tahun Debutnya, dan Visual

AnimeChikyūgai Shōnen ShōjoNews
Mitsuo Iso Ungkap Studio Baru Anime Extra-Terrestrial Boys & Girls, Tahun Debutnya, dan Visual 1

Situs resmi untuk Chikyūgai Shōnen Shōjo (Extra-Terrestrial Boys & Girls), anime orisinal baru pertama dari sutradara sekaligus penulis Mitsuo Iso sejak anime Dennō Coil tahun 2007, mengungkap studio anime baru, tahun debutnya yaitu awal tahun 2022, dan visual teaser untuk animenya. Studio Production +h didirikan khusus untuk membuat anime ini, dan produksi penuh telah dimulai dengan pendanaan dari Avex Pictures dan ASMIK Ace. Desainer karakter Kenichi Yoshida menggambar visual di bawah ini.

Mitsuo Iso Ungkap Studio Baru Anime Extra-Terrestrial Boys & Girls, Tahun Debutnya, dan Visual 2

Meskipun staf belum mengumumkan format animenya, pengumuman waktu debutnya menggunakan istilah Jepang yang biasanya digunakan untuk rilisan teater. Pengumuman itu juga menggunakan istilah “hatsuharu” yang bisa berarti “awal musim semi” atau “Tahun Baru” (Januari/Februari). Iso juga memposting video promosi tidak resmi yang dia produksi sendiri tahun lalu. Namun, dia mengingatkan bahwa dia tidak dapat menggunakan materi animasi sebenarnya yang di dalam video pada saat itu, jadi dia menggunakan materi awal dari tahap perencanaan.

Situs animenya juga menyertakan pengumuman perekrutan pekerjaan untuk staf produksi.

Iso telah mengumumkan animenya di konvensi Anime Central pada tahun 2018. Kenichi Yoshida (Eureka Seven, Gundam: Reconguista in G, Overman King Gainer) menggambar desain karakternya. Iso sempat mengumumkan bahwa SIGNAL.MD (Napping Princess, Atom The Beginning, Recovery of an MMO Junkie) akan menganimasikan proyek ini, sebelum pengumuman sekarang bahwa Production +h akan memproduksinya sebagai gantinya.

Mitsuo Iso Ungkap Studio Baru Anime Extra-Terrestrial Boys & Girls, Tahun Debutnya, dan Visual 3

Anime ini berlatar pada tahun 2045, di mana Internet dan AI adalah hal biasa bahkan di luar angkasa, dan berpusat pada sekelompok anak-anak yang terdampar di luar angkasa setelah kecelakaan skala besar terjadi di sebuah stasiun luar angkasa. Dengan menggunakan saluran komunikasi data pita sempit (narrowband), jejaring sosial, dan pesawat nirawak (drone) yang dapat mereka manipulasi melalui smartphone dan AI dengan kecerdasan rendah, mereka mengatasi banyak krisis.

Iso berkomentar, “Saya telah melihat sedikit anime yang berlatar di luar angkasa, jadi saya pikir saya akan membuatnya sendiri. Luar angkasa bukan lagi tempat yang jauh yang hanya bisa kita lihat dalam fiksi ilmiah, tetapi tempat yang sekarang dapat kita kunjungi sebenarnya. Saya ingin menggambarkan kisah sekelompok anak yang terlempar ke lingkungan itu seolah-olah itu benar-benar terjadi.”

Sumber: ANN