Sousou no FrierenLandKimetsu no YaibaNewsManga

Manga Land, Frieren, Demon Slayer Memenangkan Tezuka Osamu Cultural Prizes

0
Manga Land, Frieren, Demon Slayer Memenangkan Tezuka Osamu Cultural Prizes 1

Asahi Shimbun telah mengumumkan pemenang penghargaan Annual Tezuka Osamu Cultural Prize ke-25 pada tanggal 28 April. Penghargaan ini memperingati kontribusi pelopor manga Osamu Tezuka (Astro Boy/Mighty Atom, Kimba the White Lion/Jungle Emperor, Phoenix, Black Jack) dengan mengakui manga yang terbaik mengikuti tradisinya.

Grand Prize

Manga Land, Frieren, Demon Slayer Memenangkan Tezuka Osamu Cultural Prizes 2

Land
Kazumi Yamashita
Tokuma Shoten (Morning, 2014)
Ceritanya berlatar di Negeri di mana kematian mengambil semua orang yang mencapai usia 50. An, yang lebih tua dari dua saudara kembar, masih bayi ketika dia dipersembahkan untuk pengorbanan di pegunungan oleh pejabat keimaman desanya. Melalui kebiasaan mengirim orang ke Dunia Lain ini, desa akan tetap dilindungi oleh para dewa.





New Creator Prize

Manga Land, Frieren, Demon Slayer Memenangkan Tezuka Osamu Cultural Prizes 3

Frieren: Beyond Journey’s End (Sōsō no Frieren)
Cerita: Kanehito Yamada, Gambar: Tsukasa Abe
Shogakukan (Weekly Shonen Sunday, 2020)
Kisah fantasi ini mengikuti perjalanan Frieren, elf yang pernah melakukan perjalanan dalam petualangan berbahaya untuk mengalahkan kejahatan dengan rekan-rekan andalannya. Ketika kedamaian datang, dia menanggung beban umur panjang rasnya, dan melihat teman-temannya meninggal di hadapannya satu per satu.





Short Work Prize

Manga Land, Frieren, Demon Slayer Memenangkan Tezuka Osamu Cultural Prizes 4

Kieta Mama Tomo dan Tsuma wa Kuchi o Kiite Kuremasen
Hiroko Nobara
Kadokawa
Kieta Mama Tomo berpusat pada sekelompok ibu yang bertemu di TK anak-anak mereka dan menjadi teman. Salah satunya, Yuki, telah menikah dengan bahagia, dan tinggal bersama suami, anak, dan ibu mertuanya, namun suatu hari berhenti datang ke TK bersama anaknya. Desas-desus mulai beredar bahwa dia berselingkuh, dan teman-temannya menyadari bahwa mereka tidak begitu mengenalnya.

Tsuma wa Kuchi o Kiite Kuremasen berpusat pada keluarga beranggotakan empat orang: suami, istri, putra, dan putri. Suatu hari, sang istri mulai tidak mengatakan apa-apa kecuali kata-kata yang minimal perlu diucapkan, dan sang suami gelisah karena suatu alasan.

Komite juga memberikan Special Prize untuk manga Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba karya Koyoharu Gotouge.

Asahi Shimbun telah menjadwalkan upacara penghargaan di Tokyo pada tanggal 3 Juni. Pemenang Grand Prize akan menerima patung perunggu dan 2 juta yen, sementara pemenang lainnya masing-masing akan menerima patung perunggu dan 1 juta yen.

Komite penjurian tahun ini – mangaka Osamu Akimoto; penulis Kazuki Sakuraba; mangaka Machiko Satonaka; penghibur Minami Takahashi; penulis sekaligus instruktur Universitas Seni dan Desain Tohoku, Yukiko Tomiyama; profesor dan sarjana Shōhei Chūjō; kritikus manga Nobunaga Minami; komedian dan mangaka Taro Yabe; pejabat eksekutif sekaligus editor Asahi Shimbun, Katsu Tsunoda; dan kepala seksi Budaya dan Kehidupan dari kantor Asahi Shimbun Tokyo, Tomoko Kochi – memilih nominasinya dari judul yang direkomendasikan oleh spesialis dan karyawan toko buku. Agar memenuhi syarat, manga harus memiliki volume kompilasi yang diterbitkan pada tahun 2020.

Tahun lalu, delapan judul dinominasikan, dan Nyx no Lantern karya Kan Takahama memenangkan Grand Prize. Mizu wa Umi ni Mukatte Nagareru karya Rettō Tajima memenangkan hadiah New Creator, dan Muchū sa, Kimi ni karya Yama Wayama memenangkan Short Work Prize.

Sumber: ANN

Mito.Chan

Kementerian Kesehatan Jepang Mengepos Chapter COVID-19 dan Chapter Vaksin Baru dari Manga Cells at Work! secara Gratis dan Global

Previous article

Film Anime Gundam: Hathaway dan Film Live-Action Kakegurui Kedua Ditunda

Next article

You may also like

Komentar