Ensiklopedia

Himamushi Nyūdō, Merayap Keluar dari Kegelapan di Malam Hari Menakut-nakuti Layaknya Kecoak

0
Himamushi Nyūdō, Merayap Keluar dari Kegelapan di Malam Hari Menakut-nakuti Layaknya Kecoak 1

Himamushi nyūdō (imam serangga oven) adalah yōkai aneh yang hidup di bawah lantai papan kayu dan merayap keluar di malam hari. Ia samar-samar menyerupai seorang imam Buddha atau biksu, tetapi ia memiliki leher yang panjang, cakar yang tajam, tubuh yang ditutupi rambut hitam tebal, dan lidah yang sangat panjang yang digunakannya untuk menjilati dan meminum minyak dari lampu minyak.

Himamushi Nyūdō, Merayap Keluar dari Kegelapan di Malam Hari Menakut-nakuti Layaknya Kecoak 2

Himamushi nyūdō mengganggu orang yang bekerja keras atau belajar larut malam dengan melompat keluar dari kegelapan dan menakut-nakuti mereka. Meski tidak langsung menyerang manusia, namun keberadaannya cukup mengganggu. Yōkai ini mematikan lampu minyak secara tiba-tiba, dan menjilati minyak lampu yang berharga, membuat orang sulit untuk terus bekerja.

Menurut uraian Toriyama Sekien tentang yōkai ini di Konjaku hyakki shūi, himamushi nyūdō lahir dari mereka yang malas dalam hidup, sembarangan membuang waktu dari lahir sampai mati.

Kata “serangga oven” dalam namanya mungkin merujuk pada kecoak. Kanji hima dalam nama yokai ini juga bisa dibaca kama — dan kemungkinan besar mengacu pada kamado, oven tradisional Jepang. Kecoak memiliki beberapa julukan dalam bahasa Jepang; di antaranya himushi (“serangga api”) dan hitorimushi (“serangga lampu”), keduanya terdengar mirip dengan himamushi. Kecoak dan hama lainnya juga memakan minyak ikan di lampu minyak zaman Edo; seperti yōkai ini. Kecoak hidup di tempat yang gelap dan hangat, seperti di bawah kamado; seperti yōkai ini. Dan mereka merayap keluar dari lantai papan kayu untuk menakut-nakuti mereka yang bekerja larut malam; seperti yōkai ini.

Himamushi Nyūdō, Merayap Keluar dari Kegelapan di Malam Hari Menakut-nakuti Layaknya Kecoak 3

Nama Himamushi nyūdō mengandung sejumlah permainan kata-kata. Menurut Toriyama Sekien, ini awalnya disebut himamushiyo nyūdō (“biksu yang membuang-buang waktu di malam hari”). Selama bertahun-tahun, pelafalannya secara bertahap berubah, dan menjadi terkait dengan hemamusho nyūdō — orat-oret kata zaman Edo yang populer di mana seorang biksu digambar menggunakan karakter dalam namanya: ヘマムショ入道. Kaitannya dengan karakter kartun ini mungkin akan menghibur pembaca pada masa Sekien.

Sumber: Yokai.com

Mito.Chan

Novel Ringan ‘The Genius Prince’s Guide to Raising a Nation Out of Debt’ Mendapatkan Anime TV

Previous article

Manga Summer Time Rendering Berakhir dengan Pengumuman Anime, Proyek Live-Action yang Tengah Dikerjakan

Next article

You may also like

More in Ensiklopedia

Komentar