Genjitsushugi Yūsha no Ōkoku SaikenkiNovelSimak

Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Arc 3 : Dari Penggabungan Elfrieden–Amidonia Hingga Akhir Cerita Souma yang Sebenarnya

0
Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Arc 3 : Dari Penggabungan Elfrieden–Amidonia Hingga Akhir Cerita Souma yang Sebenarnya 1
spoiler alert!!!

Souma Kazuya sebagai pengganti Raja Alberto sejauh ini membuat banyak perkembangan, baik secara internal maupun eksternal bagi Kerajaan Elfrieden. Raja Souma nantinya akan menghilangkan ancaman paling dekat yang mengintainya dari luar, yaitu adanya eksistensi Dukedom Amidonia dan mengeksekusi bangsawan yang terlibat dalam persekongkolan untuk menggulingkan tahtanya. Bahkan Raja Souma sejauh ini juga turut meningkatkan pamor Kerajaan di mata negara lainnya dengan terlibat dalam kerjasama bilateral secara rahasia antara Kerajaan Elfrieden–Kekaisaran Grand Chaos dan rencana untuk mengirim pasukannya ke wilayah timur laut benua, demi membendung ekspansi Ras Iblis.

Selain perkembangan dan pertumbuhan negeri yang ia pimpin, Souma juga berkembang dalam sisi kepemimpinan dan kebulatan tekadnya disini. Perkembangannya didapatkan setelah melewati beberapa halangan dan rintangan, juga mengetahui alasan mengapa dan kenapa ia ditunjuk sebagai raja yang bahkan Raja Alberto sendiri baru mengenalnya dan tidak secara mendalam mengetahui bakat dan kemampuannya dalam bidang pemerintahan.

Seperti sebelumnya, disini saya akan membahas beberapa garis besar yang terjadi dalam arc ketiga ini.

Pendudukan di Ibukota Vannes

Dalam jilid sebelumnya, Souma berakhir dengan keberhasilannya dalam mengalahkan pemberontakan, sekaligus menduduki ibukota Dukedom Amidonia, Vannes. Saat menduduki ibukota, Souma tidak banyak merubah kebijakan dan kebiasaan warga ibukota Dukedom. Souma hanya menerapkan beberapa kebijakan barunya, terutama mengenai kebebasan rakyat Amidonia.

Bagi warga Dukedom, kebijakan-kebijakan otoriter dibawah kekuasaan raja-raja sebelumnya sudah terbiasa bagi mereka. Namun, Raja Souma yang memberikan ruang kebebasan berekspresi merupakan hal yang baru bagi mereka. Akibatnya, banyak orang Amidonia yang bersimpati dan mendukung Raja baru ini, sekalipun mereka berasal dari luar Kota Vannes, karena kabar ini tersebar luas hingga ke pelosok negeri yang sekarat itu.

Selain negara yang miskin—meski dikelilingi oleh pertambangan— menurut Souma kebijakan ini juga didorong oleh rasa “…kebencian terhadap Elfrieden di Amidonia terlalu dalam. Kelihatannya ideologi ini telah diajarkan selama beberapa generasi. Bahkan dengan pendudukan militer, akan sulit untuk memerintah tanah ini dengan aman.”

Kondisi yang demikian, memaksa Souma berpikir dan memutuskan untuk “…’menjinakkan’ kebencian itu.” dengan membebaskan penduduk dan memberi mereka sarana hiburan yang mereka tidak dapatkan selama pemerintahan raja-raja Amidonia sebelumnya. Banyak yang menyebut peristiwa ini sebagai ‘Kebangkitan Amidonia’.

Selain kebebasan, pemerintah pendudukan Kerajaan Elfrieden juga memberi mereka yang berada di Ibukota Vannes dan kota sekitarnya bantuan ekonomi. Ekonomi yang terpuruk di Ibukota pun bangkit kembali, beriringan dengan pemerintahan yang dijalankan oleh Souma di Kota Vannes.

Negosiasi Pengembalian Ibukota Vannes

Pangeran Julius sebagai putra dari penguasa sebelumnya Duke Gaius VIII tidak tinggal diam. Setelah berhasil meloloskan diri dari pertempuran yang menewaskan ayahnya, Julius pergi mencari suaka di Kekaisaran Grand Chaos. Ia melakukan apa yang menjadi permintaan terakhir ayahandanya, yaitu meminta bantuan Kekaisaran Grand Chaos untuk merebut kembali wilayah Vannes yang diduduki oleh Kerajaan Elfrieden.

Hal ini dilakukan karena memang Dukedom Amidonia masihlah menjadi anggota Deklarasi Kemanusiaan. Deklarasi ini merupakan perjanjian internasional yang memiliki tiga isi kesepakatan, antara lain :

1. Tidak mengijinkan perubahan perbatasan karena perang atau operasi militer antar umat manusia.

2. Menghormati hak kesetaraan dan hak asasi manusia milik seluruh orang disetiap negara.

3. Untuk negara yang jauh dari Wilayah Raja Iblis diharuskan mendukung benteng yang merupakan negara yang berdekatan dengan Wilayah itu.

Dukedom berusaha melibatkan Kekaisaran dengan alasan yang tercantum pada poin pertama. Ini merupakan alasan tepat, karena selain menyalahkan Gaius sendiri sebagai dalang—seperti yang diingini Gaius sebelum wafat—Kerajaan Elfrieden sendiri tidak termasuk dalam anggota. Menurut Gaius taktik ini dapat dengan kuat memojokkan Kerjaaan Elfrieden agar angkat kaki dari wilayah Amidonia.

Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Arc 3 : Dari Penggabungan Elfrieden–Amidonia Hingga Akhir Cerita Souma yang Sebenarnya 2

Copyright by Fuyuyuki/OVERLAP/Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki

Alhasil Pemerintah Kekaisaran Grand Chaos—meski dengan enggan—mengirim utusannya Jeanne Euphoria, adik Kaisar Wanita yang memimpin negeri itu Maria Euphoria, sebagai penengah negosiasi antar pihak Dukedom, Pangeran Julius dengan pihak Kerajaan Elfrieden yang diwakili oleh Raja Souma. Negosiasi seperti yang diperkirakan tidak akan berjalan dengan mudah. Souma enggan mengembalikan wilayah yang didudukinya karena dirasa yang membakar sumbu api peperangan adalah Gaius VIII dan Julius yang ingin mempertahan wilayah ibukota dibawah Dukedom yang dipimpinnya.

Souma sebagai seorang raja yang realis mengatahui ini akan terjadi dan kerenanya dia sudah memiliki rencana jika hal tersebut benar-benar terjadi. Oleh karena itu, Souma menyetujui permintaan pengembalian Kota Vannes dengan beberapa syarat, diantaranya :

1. Dukedom Amidonia akan membayar ganti rugi kepada Kerajaan Elfrieden. Hal itu akan di hitung secara terpisah dengan pertukaran tawanan perang.

2. Kerajaan Elfrieden meminta jaminan ganti rugi berupa Orb siaran kerajaan milik Dukedom Amidonia

3. Untuk memenuhi defisit jaminan tersebut, Kerajaan Elfrieden menyita seluruh buku yang ada di istana pemerintahan Dukedom Amidonia.

Dengan begitu Julius yang tidak memiliki pilihan terpaksa menyetujui seluruh isi syarat yang ditawarkan oleh pihak Kerajaan. Kejadiaan selanjutnya adalah penarikan keseluruhan pihak Kerajaan Elfrieden dari tanah Amidonia yang diiringi dengan tatapan sedih rakyat Vannes, di mana masa depan yang menatap mereka akan berakhir sama seperti dulu, Otoritarianisme.

Namun, disuatu waktu saat negosiasi berjalan tanpa kehadiran Pangeran Julius, Souma dan Jeanne Euphoria melakukan kesepakan kerjasama secara rahasia, khususnya observasi mengenai Ras Iblis, berikut berserta aksi invasinya. Dengan akhir negosiasi, selain ganti rugi, Kerajaan akhirnya mendapat sekutu yang terlihat dapat diandalkan, Kekaisaran Grand Chaos yang dipimpin oleh seorang idealis, Maria Euphoria.

Kembali Untuk Mengurus Kerajaan

Tak lama setelah kepulangan Souma ke ibukota Kerajaan Elfrieden, Parnam, ia mengadakan suatu pertemuan untuk memberi pengharapan bagi mereka yang berkontribusi dalam penyelesaian konflik beberapa waktu yang lalu, atau nantinya akan dikenang sebagai Pertempuran Lima Hari.

Setelahnya, bebarapa hari kemudian, Souma kembali berpikir tentang keputusan yang akan diambilnya dalam menindak persekongkolan para bangsawan ‘penghianat’ yang berencana melengserkannya dan para tokoh pemberontak. Untuk kesekian kalinya, Souma Kazuya kembali meninjau pemikiran Machiavelli dalam menghadapi situasi yang demikian itu.

Ia pun memutuskan mengampuni beberapa pemberontak dan mengeksekusi para bangsawan yang diragukannya akan mengencam jalannya Pemerintahan Kerajaan Elfrieden.

Runtuhnya Dukedom Amidonia dan Berdirinya Kerajaan Frieden

Keadaan tenang di Kerajaan Elfrieden tidak sama dengan kondisi negara tetangganya, Dukedom Amidonia. Pangeran Julius yang naik tahta setelah ayahnya meninggal, hanya seperti seorang amatir dalam percaturan perpolitikan. Ia tidak memiliki kapasitas dalam kepemimpinan, rapuh karena pengaruh yang minim, dan hanya bermodalkan dengan egoisme yang tinggi.

Ia dengan segera menghancurkan jejak apa pun yang ditinggalkan oleh Kerajaan Elfrieden, sekalipun jika itu menguntungkan bagi jalannya roda pemerintahan, termasuk kebebasan masyarkat kota Vannes. Faktor-faktor yang demikian itu, melemahkan pengaruhnya, serta martabat yang telah hancur di mata rakyatnya.

Sebenarnya, ada suatu usulan dari sebagian basar rakyat Amidonia untuk mengangkat adik Julius, Tuan Putri Roroa Amidonia yang berkontribusi dalam memecahkan masalah sosial-ekonomi yang melanda negara miskin tersebut. Namun, permintaan ini tidak diindahkan oleh Julius.

Akibatnya rakyat Amidonia di banyak titik melakukan pemberontakan dan sebagian memohon pihak Kerajaan untuk menggabungkan wilayah Kerajaan dengan wilayah milik Dukedom. Pemberontakan  semakin menjadi-jadi akibat penanganan yang represif.

Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Arc 3 : Dari Penggabungan Elfrieden–Amidonia Hingga Akhir Cerita Souma yang Sebenarnya 3

Copyright by Fuyuyuki/OVERLAP/Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki

Kekacauan tersebut menyebabkan situasi dalam negara hancur. Kesempatan ini lantas dimanfaatkan oleh Kekaisaran Ortodoks Suci Lunaria di utara dan Republik Torgis di selatan untuk melakukan serangan. Tak lama invasi ini berhenti ketika Pasukan Kerajaan Elfrieden segera menuju ibukota Amidonia. Disusul pengumuman yang berisi mengenai penyatuan antara Kerajaan Elfrieden dengan Dukedom Amidonia yang nantinya menjadi sebuah negara bernama Kerajaan Frieden.

Saat Souma sedang sibuk mengonsolidasi staf kepemerintahan, secara mengejutkan Tuan Putri Roroa yang menyelinap dari dalam barang bawaan menteri keuangan yang baru dilantik, Gatsby Colbert tiba-tiba muncul. Kedatangannya ini selain membahas mengenai situasi yang sebenarnya terjadi di Amidonia, juga ia menawarkan diri untuk menjadi seorang permaisuri bagi Souma. Roroa mengatakan bahwa, “Souma-han nampaknya kamu dapat membawa Elfrieden dan Amidonia ke era yang lebih makmur. Kupikir akan menyenangkan jika aku ada disampingmu. Aku selalu mikir bahwa akan lebih baik buat menikahi seseorang yang menyenangkan.”

Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Arc 3 : Dari Penggabungan Elfrieden–Amidonia Hingga Akhir Cerita Souma yang Sebenarnya 4

Copyright by Fuyuyuki/OVERLAP/Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki

Selain itu, Roroa ini cukup lihai dan handal dalam bidang perekonomian yang tentu dapat menunjang pemerintahan Souma. Juga, dengan menjadikan Roroa sebagai permaisuri, maka legitimasi pemerintahan Kerajaan baru ini akan menjadi semakin kuat. Dengan pertimbangan itulah Souma menyetujuinya. Sejauh ini, Permaisuri yang dimilikinya ialah 3 orang: Liscia Elfrieden, Aisha Utgrad, Roroa Amidonia, dan satu selir Juna Dohma.

Souma Kazuya dengan ini secara resmi memimpin Kerajaan Frieden. Namun, pertanyaan mulai timbul. Bagaimana bisa Dukedom Amidonia yang merupakan negara anggota Deklarasi Kemanusiaan dibiarkan begitu saja? Lalu, dimana peran Kekaisaran Grand Chaos sebagai pemimpin dekelarasi? Pertanyaan ini sudah terpikirkan oleh Souma. Dalam perjanjian tersebut ada lubang yang dapat dimanfaatkan, yaitu jika terjadi kekacauan secara internal, maka pihak mana pun tidak boleh mengintervensi. Ini sesuatu yang sudah dipikirkan oleh Souma, sehingga ia enggan masuk dalam anggota deklarasi. Memang menguntungkan, namun jika salah langkah, maka akan berakibat fatal.

Souma menyamakan deklarasi dan situasi yang terjadi di Dukedom Amidonia dengan Pakta Helsinki dan konflik Yugoslavia. Karena alasan itulah Souma enggan menandatangin Deklarasi Kemanusiaan yang ditawarkan Kekaisaran Grand Chaos tersebut kepadanya.

Akhir Cerita yang Sebenaranya

Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki Arc 3 : Dari Penggabungan Elfrieden–Amidonia Hingga Akhir Cerita Souma yang Sebenarnya 5

Copyright by Fuyuyuki/OVERLAP/Genjitsu Shugi Yuusha no Oukoku Saikenki

Dalam epilog arc ketiga, Souma mulai mengerti alasan Raja Alberto menunjuknya sebagai seorang raja. Saat itu, ketika Souma mendatangin Pasturi, mantan Raja Alberto dan istrinya Elisha di suatu ruangan, mereka akhirnya mengatakan cerita yang sesungguhnya.

Bahwa Elisha yang sebelumnya menjadi Ratu dapat memberi ingatan masa depannya menuju target di masa lalunya. Raja Alberto mengatakan bahwa kemampuan istrinya tersebutlah yang membuatnya menunjuk Souma sebagai raja.

Di masa depan saat itu, dengan raut wajah mengenang, Raja sempat menunjuk Souma menjadi seorang perdana menteri. Namun, karena kondisi kerajaan lemah dan banyak bangasawan licik yang bermain intrik dibelakang layar, keputusan ini berakibat fatal yang diduga menyebabkan kematian putri mereka, Liscia dan Souma. Kondisi yang demikian itu membawa mereka pada keadaan sekrat tak berdaya. Disaat itulah, sang Ratu Elishia mengatakan, “Kita tidak dapat mengubah nasib kita saat ini, tapi ada sebuah cara agar diri kita di masa lalu dapat mencapai masa depan yang berbeda dari saat ini. Sayangku…. Sekarang nyawa kita juga akan hilang, bukankah kamu ingin membangun masa depan ini sebagai tindakan terakhirmu?”

Dengan begitulah Ratu Elisha menanamkan ingatannya di masa depan kepada seorang target di masa lalu, Raja Alberto. Selama itulah mereka tidak mau bertindak dalam mengatur Souma dengan alasan agar masa depan benar-benar berubah.

Banyak hal yang terjadi di arc ketiga ini, namun saya membatasi diri dan hanya menyampaikan peristiwa-peristiwa yang menurut saya adalah garis besar dalam ceirta. Begitulah akhir kalimat, sekaligus menjadi tirai penutup dalam pembahasan arc ketiga ini.

Video Promosi Kedua dari Remake Novel Visual Tsukihime Mengungkapkan Seiyuu Lainnya

Previous article

Netflix Mengumumkan Anime Exception

Next article

You may also like

Komentar