JepangDoraemonShimajirōNewsAnime

Film Anime Doraemon dan Shimajirō Ditunda Karena Coronavirus COVID-19 ketika Jepang Meminta Sekolah untuk Tutup Hingga April

0
Film Anime Doraemon dan Shimajirō Ditunda Karena Coronavirus COVID-19 ketika Jepang Meminta Sekolah untuk Tutup Hingga April 1

Film Anime Doraemon dan Shimajirō Ditunda Karena Coronavirus COVID-19 ketika Jepang Meminta Sekolah untuk Tutup Hingga April 2

Hello Sobat Wibumesta, situs resmi untuk film Doraemon tahun 2020, Eiga Doraemon: Nobita no Shin Kyoryū (Doraemon the Movie: Nobita’s New Dinosaur), telah mengumumkan bahwa rilisnya film ini di bioskop Jepang telah ditunda mulai tanggal 6 Maret karena kekhawatiran tentang tersebarnya penyakit coronavirus COVID-19. Pengumuman tersebut mencatat bahwa staf memperhitungkan status COVID-19 saat ini di Jepang, serta memperhatikan langkah-langkah yang ditentukan oleh kantor yang bertugas menangani penyakit baru ini di Jepang.

Situs resmi film ini akan mengumumkan tanggal rilis barunya setelah diputuskan. Selain itu, acara sambutan panggung yang ditetapkan untuk menandai pembukaan film di TOHO Cinemas Roppongi Hills pada tanggal 7 Maret telah dibatalkan. Film baru ini adalah yang ke-40 dari franchise Doraemon, dan menandai ulang tahun ke-50 manga orisinalnya.

Film Anime Doraemon dan Shimajirō Ditunda Karena Coronavirus COVID-19 ketika Jepang Meminta Sekolah untuk Tutup Hingga April 3

Situs resmi untuk franchise anime Shimajirō dari Benesse Corporation telah mengumumkan bahwa pembukaan film anime 3D CG Shimajirō to Sora Tobu Fune (Shimajirō and the Flying Ship) di bioskop Jepang telah dibatalkan dari tanggal 28 Februari karena kekhawatiran tentang COVID-19. Staf membuat keputusan atas kekhawatiran tersebarnya penyakit setelah mempertimbangkan kebijakan yang diusulkan oleh pemerintah Jepang. Situs ini akan mengumumkan tanggal rilis barunya di masa depan. Film ini disebut sebagai film anime 3D CG pertama dari franchise tersebut.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pada hari Kamis (27/2) bahwa pemerintah meminta semua SD, SMP, dan SMA di Jepang ditutup mulai tanggal 2 Maret hingga akhir liburan musim semi reguler siswa, yang biasanya awal April. Permintaan tidak berlaku untuk pusat penitipan anak atau fasilitas setelah sekolah untuk anak-anak di SD.

Pengumuman itu muncul setelah 15 kasus COVID-19 baru dilaporkan di Hokkaido pada Kamis malam (27/2). Seorang pria Hokkaido berusia 80-an, yang dijelaskan sebagai “lebih rentan terhadap masalah pernapasan dibandingkan dengan orang sehat,” meninggal akibat virus tersebut pada hari Rabu (26/2). NHK dan The Japan Times melaporkan pada hari Kamis (27/2) bahwa jumlah kasus virus corona baru tersebut di Jepang sekarang melebihi 200. Kantor berita melaporkan bahwa Diamond Princess, sebuah kapal pesiar yang merapat di Yokohama, juga memiliki lebih dari 700 penumpang yang terinfeksi. NHK melaporkan bahwa delapan orang di Jepang telah meninggal karena COVID-19 pada Kamis malam. Laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Rabu mencatat satu kematian di Jepang, ditambah tiga dari kapal pesiar.

NHK juga melaporkan pada hari Kamis bahwa semakin banyak negara dan wilayah telah melarang masuknya pelancong dari Jepang atau memberlakukan batasan baru. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa Mikronesia, Samoa, Kiribati, Tuvalu, Kepulauan Solomon, dan Komoro membatasi masuknya pelancong dari setiap negara dan wilayah yang terkena virus. Irak dan Israel mengumumkan mereka membatasi masuknya pelancong dari daerah yang terkena dampak termasuk Jepang.

Kasus COVID-19 yang pertama kali dilaporkan terjadi di Wuhan, Cina pada bulan Desember, dan kemudian mulai menyebar dalam berbagai tingkat dan intensitas di banyak bagian dunia melalui inkubasi pada inang manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat kesehatan dunia pada tanggal 30 Januari. Pada hari Rabu (26/2), WHO melaporkan bahwa ada 81.109 orang yang terinfeksi di seluruh dunia, dengan 78.191 di antaranya di Cina dan 164 kasus resmi di Jepang. 2.718 orang telah meninggal karena penyakit ini di Cina.

Jepang mengumumkan pada hari Rabu (26/2) bahwa mereka akan melarang masuknya warga negara asing yang mengunjungi kota Daegu dan daerah terdekat Cheongdo di provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Ia telah melarang warga negara asing dari dua provinsi Cina, Hubei dan Zhejiang, memasuki Jepang.

Dalam pertemuan satuan tugas pemerintah pada Rabu siang (25/2), Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyampaikan usulan Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan minggu lalu kepada para penyelenggara untuk membatalkan, menunda, atau menurunkan skala acara mereka hingga pertengahan Maret, karena hingga beberapa minggu ke depan adalah periode kritis untuk mengatasi wabah. Usulan ini adalah permintaan yang tidak mengikat.

Sumber: ANN

Mito.Chan

Desainer Game Hideo Kojima akan Menerima Penghargaan Fellowship BAFTA

Previous article

Anime TV The Misfit of Demon King Academy Ditunda ke Bulan Juli Karena Coronavirus COVID-19

Next article

You may also like

More in Jepang

Komentar