Bushiroad dan NIJISANJI Menanggapi Pelecehan Online dengan Serius

IndustryJepangNewsPeopleVirtual Youtuber
Bushiroad dan NIJISANJI Menanggapi Pelecehan Online dengan Serius 1

Bushiroad dan NIJISANJI Menanggapi Pelecehan Online dengan Serius 2

Agensi bakat aktor suara dan Virtual YouTuber di Jepang secara bertahap menanggapi ancaman pelecehan online dengan serius. Dua perusahaan yang baru-baru ini melakukan upaya publik untuk melawan pelecehan adalah agensi aktor suara Hibiki, yang dijalankan oleh Bushiroad, dan Ichikara Inc., perusahaan yang menjalankan agensi Virtual YouTuber NIJISANJI.

Mulai bulan Mei, Hibiki mulai mengambil tindakan terhadap pernyataan fitnah yang dibuat secara online tentang talent pengisi suara. Tindakan keras dilakukan pada klaim palsu bahwa aktris pengisi suara dipekerjakan karena kebutuhan seksual. Perusahaan mengajukan pengaduan pidana ke Kantor Kejaksaan Umum Distrik Tokyo (Tokyo District Public Prosecutors Office) pada tanggal 6 Juli. Sementara itu, Ichikara Inc. mengumumkan pada hari Selasa (1/9) bahwa mereka akan membentuk “Tim Penanggulangan Tindakan Agresif dan Fitnah (Aggressive Acts and Slander Countermeasure Team),” yang akan menawarkan konseling kepada korban pelecehan dan mengambil tindakan hukum terhadap pelaku pelecehan.

Menurut pengacara Tomonori Inoue, yang mengepalai departemen hukum Grup Bushiroad, kematian pegulat sekaligus bintang TV realitas Hana Kimura pada bulan Mei mengejutkan seluruh industri hiburan. “Karena apa yang terjadi pada Ms. Kimura, ada kesadaran yang lebih kuat bahwa kami harus melindungi bakat kami lebih dari sebelumnya,” kata Inoue kepada situs berita resmi Bengo4.com. Kimura menjadi target pelecehan online setiap hari; tak lama sebelum kematiannya, dia membuat serangkaian tweet yang mengungkapkan niat bunuh diri sebagai reaksi atas pelecehan tersebut.

Di sisi lain, mengambil tindakan terhadap postingan yang memfitnah memunculkan sejumlah masalah potensial. Dari kesulitan memisahkan kritik biasa dari serangan/umpatan pribadi, hingga masalah untuk membuat polisi menganggap serius pelecehan online, Inoue mengakui bahwa tindakan yang diambil timnya sejauh ini tidak pada akhirnya menghentikan para pelaku pelecehan secara keseluruhan. Meskipun timnya dapat memperoleh bantuan polisi untuk menangani ancaman kematian karena memiliki sumber daya untuk menyerahkan dokumen yang ekstensif dan pengalaman menangani banyak kasus penguntitan di masa lalu, bahkan Bushiroad tidak dapat memperoleh bantuan polisi dalam menangani fitnahan online.

Salah satu masalah adalah anonimitas dari umpatan atau fitnahan tersebut, klaim Inoue. “Bahkan jika kamu menyebut fitnah sebagai kejahatan, itu tidak akan dipahami sebagai kejahatan. Ada juga orang yang tidak akan memahami bahwa itu fitnah sampai seseorang benar-benar ditangkap karenanya.

Pada tanggal 14 Mei, agensi Hibiki dari Bushiroad mengumumkan bahwa mereka akan meminta penangguhan akun yang menyebarkan desas-desus palsu tentang talent, dan telah berkonsultasi dengan tim hukum dan polisi. Menurut Inoue, hal ini mengakibatkan sekitar 90% akun bermasalah ditangguhkan, tetapi 10% sisanya terus memposting fitnah. Pada tanggal 11 Juni, Hibiki mengumumkan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum yang tegas, dan pengaduan pidana telah diajukan ke Kantor Kejaksaan Umum Distrik Tokyo (Tokyo District Public Prosecutors Office) pada tanggal 6 Juli. Namun, sejauh ini hal ini belum memberikan hasil yang baik.

Bushiroad saat ini bekerja dengan sejumlah anggota Diet untuk membuat sistem yang dapat menangani pelecehan dan fitnah online dengan benar.

“Tim Penanggulangan Tindakan Agresif dan Fitnah” dari Ichikara menawarkan solusi tiga langkah untuk pelecehan online: formulir kontak buat penggemar untuk melaporkan perilaku kasar yang mereka saksikan, memperkuat keamanan dan konseling untuk para talent, dan mengambil tindakan hukum seperti peringatan takedown terhadap mereka yang melakukan tindakan agresif atau fitnah. Menurut Ichikara Inc., “Kami tidak dapat menutup mata terhadap tindakan agresif atau fitnah yang membuat talent kami tidak dapat melakukan aktivitas mereka dengan pikiran tenang.”

Sejumlah Virtual YouTuber baru-baru ini mengumumkan hiatus atau pensiun setelah pelecehan, termasuk VTuber independen Kusunoki Sio dan Mano Aloe dari hololive.

Sumber: ANN