3 Tips Membuat Cerita yang Terinspirasi dari Anime

AnimeSimak
3 Tips Membuat Cerita yang Terinspirasi dari Anime 1

Apa kalian hobi dalam menulis atau menggambar cerita? Apa kalian ingin membuat cerita yang bagus, namun masih bingung dengan apa saja yang mendasari sebuah cerita dianggap bagus? 3 tips berikut mungkin bisa membantu kalian.

Anime yang kita kenal, selain dari grafis 2D-nya yang cukup memukau, hal yang tidak kalah penting adalah alur cerita pada anime itu sendiri. Jika kalian ingin membuat cerita berdasarkan referensi dari anime, ada baiknya kalian kenali dulu beberapa hal yang sering terjadi di anime namun tidak banyak orang yang sadar akan hal ini.

Mungkin kalian sadar jika setiap anime memiliki sebuah ciri khas di dalam ceritanya, yang membuat anime itu berbeda dari film animasi kebanyakan. Ciri khas tersebut berlaku untuk semua genre, dan ciri khas itu bisa saja kalian pakai dalam membuat sebuah cerita yang unik.

Ciri khas yang kita bahas disini bukanlah semacam kebiasaan yang biasa dilakukan MC (main character) pada suatu anime seperti suka duduk dekat jendela apabila berada di kelas, atau MC yang pergi ke pantai ketika liburan musim panas, ataupun MC yang bertemu dengan seorang gadis pada suatu hari, dan besoknya gadis tersebut ternyata merupakan murid pindahan dan sekelas dengan MC.

Namun ciri khas yang akan kita bahas adalah sebuah fakta yang hampir selalu ada dalam setiap pembuatan cerita anime. Apa sajakah itu?

1. Jarang menampilkan bendera negara

3 Tips Membuat Cerita yang Terinspirasi dari Anime 2

Jika kalian perhatikan baik-baik, bendera Jepang sangat jarang ditemukan di dalam anime. Padahal anime berasal dari Jepang. Saking jarangnya, mungkin penggemar anime pun lupa kalau bendera negara Jepang itu bergambar sebuah pola bulat merah di tengah-tengah dan memiliki latar berwarna putih.

Sebenarnya tidak ada penyebab khusus kenapa bendera Jepang jarang terlihat di berbagai anime. Itu hanya tergantung dari cerita apa yang akan dibawa anime tersebut. Namun bukan tanpa alasan jika bendera Jepang jarang terlihat dalam anime. Bendera negara jarang ditampilkan agar penempatan latar tempat pada suatu anime tidak terlalu sempit, sehingga penonton tidak bertanya-tanya “ini beneran di Jepang kan..?“.

Karena walaupun percakapan anime dilakukan dalam bahasa Jepang, di cerita tersebut belum tentu menggambarkan bahwa lokasi mereka itu benar-benar di Jepang, contohnya anime Kekkai Sensen, yang latar tempatnya berada di New York. Kita semua tau kalau New York itu berada di Amerika, namun dalam cerita Kekkai Sensen tidak pernah disebutkan kalau negara yang mereka tempati adalah Amerika.

Namun ada juga cerita anime yang mengatakan bahwa latar tempatnya di Jepang, namun nama kotanya merupakan nama buatan sendiri, alias tidak ada di Jepang. Seperti pada anime To Aru Series, latar tempatnya berada di negara Jepang, tepatnya di sebuah Kota Akademi. Padahal di Jepang sendiri tidak ada yang namanya Kota Akademi.

Untuk menghindari kebingungan dan rasa heran dari penonton, maka dari sinilah penggunaan bendera sangat jarang ditampilkan.

Tips dari sini, jika kalian ingin membuat cerita misalnya berupa fantasi atau action dengan latar tempat negara Indonesia, namun tidak terlalu tau kota apa yang bisa dipakai, kalian bisa buat kota versi kalian sendiri, seperti yang dilakukan To Aru Series, namun dengan catatan, sebisa mungkin hindari dalam menunjukkan bendera suatu negara, agar cerita kalian bisa lebih luas dan tidak terlalu terikat dengan aturan negara.

2. Sangat menonjolkan budaya negara

3 Tips Membuat Cerita yang Terinspirasi dari Anime 3

Walaupun bendera negaranya sangat jarang ditampilkan, namun budaya Jepang dalam anime sangat dikuatkan. Dimana pun latar tempat nya, baik itu Isekai (dunia lain), dunia game, dunia bawah laut, afterlife, dan lain-lain, budaya Jepang selalu ditonjolkan dalam berbagai genre anime. Seperti hal nya sebuah anime yang menceritakan perjalanan seseorang ke Isekai, tiba-tiba disana MC bertemu gadis yang memakai kimono, padahal itu bukan di Jepang. Mereka juga selalu mengatakan “itadakimasu…” sebelum makan atau mengucapkan “tadaima…” saat pulang ke rumah.

Hal ini dimaksudkan agar budaya Jepang lebih banyak dikenal oleh orang, dan membuat orang luar mampu beradaptasi dengan baik saat mereka sedang jalan-jalan di Jepang.

Tips dari sini, kalian bisa saja membuat cerita yang di dalamnya terkandung konsep budaya Indonesia (tidak harus yang tradisional). Seperti berdoa sebelum makan, mencium tangan orang tua sebelum pergi ke suatu tempat (berpamitan), dan lain sebagainya. Sebab mengenalkan budaya pada para pembaca dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Apalagi jika pembaca cerita yang kalian buat adalah orang dari luar negeri. Dengan membaca cerita kalian yang menyelipkan budaya-budaya negara, mereka akan tau bagaimana harus beradaptasi saat sedang berjalan-jalan ke negara kita.

3. Cerita yang mampu membakar semangat muda

3 Tips Membuat Cerita yang Terinspirasi dari Anime 4

Pernah kah kalian jadi semangat dalam melakukan sesuatu setelah menonton suatu anime? Misalkan ingin bermain baseball setelah menonton Little Busters!, ingin bermain basket setelah menonton Kuroko no Basuke, ingin bermain alat musik setelah menonton K-ON!, atau jadi rajin belajar karena melihat persaingan kelas E dan A di anime Ansatsu Kyoushitsu? Hal ini seringkali terjadi pada seorang remaja, terutama pada mereka yang masih belum menemukan potensi dalam dirinya.

Seperti yang kita tau kalau penggemar anime umumnya adalah anak-anak di kalangan usia remaja. Kalian bisa menjadikan ini tips untuk membuat topik cerita yang ingin kalian buat. Kalian harus bisa membuat konsep cerita apa yang bisa membuat seorang remaja yang masih labil dalam menjalani kehidupan, bisa bersemangat menjalani hidup dalam satu arah. Apabila ada seseorang yang terinspirasi dari cerita yang kalian buat, maka cerita kalian bisa disebut sebagai “cerita yang inspiratif.”

Itulah 3 macam ciri khas dalam cerita anime, dari sekian banyak ciri khas yang ada di anime yang bisa kalian jadikan tips untuk membuat suatu cerita. Masih banyak lagi ciri khas pada anime yang bisa kalian selidiki jalan ceritanya untuk kalian jadikan referensi dalam cerita kalian.

Jika kalian hobi dalam menulis cerita, kembangkanlah bakat tersebut. Jangan takut jika cerita yang kita buat jelek atau tidak memuaskan pembaca, karena dari situlah kita akan terlatih untuk mencoba belajar dari kesalahan dan mencoba memperbaikinya di hari yang akan datang. Selamat mencoba~!

“Jangan pernah takut mencoba atau cobaan yang akan mendatangi kalian”